laput-hl-7

Lebih Dekat dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM)

laput-hl-7Potret, Inspirasi dan Jaringan

Diseminasi informasi di Indonesia masih menjadi sebuah persoalan. Dengan puluhan ribu desa yang tersebar di wilayah seluas 1.919.000 km² saat ini, belum semuanya terjangkau sarana informasi dan komunikasi yang memadai. Kesulitan mengakses informasi masih dirasakan masyarakat pedesaan yang berada di wilayah perbatasan, terdepan, tertinggal, serta belum maju secara ekonomis. Tak heran, jika akses terhadap media cetak maupun elektronik menjadi hambatan.

Di sebagian wilayah perbatasan, penduduk Indonesia kerap mendapatkan informasi dari Negara tetangga melalui siaran media elektronik. Kenyataan ini patut menjadi perhatian semua pihak. Upaya serius Kementrian Komunikasi dan Informatika membangun akses komunikasi dan informasi ke desa-desa terus dilakukan melalui beberapa program. Satu diantaranya denagn memberdayakan Kelompok Informasi Masyarakat atau yang dikenal dengan sebutan KIM.

laput-10Pemberdayaan KIM menjadi solusi alternatif guna menyadarkan arti penting berkelompok, bertukar informasi, serta membuka peluang kemitraan dengan dinas-dinas di tingkat kabupaten atau kota. Saat ini, sejumlah KIM di Indonesia masih eksis dengan berbagai aktivitasnya. KIM yang masih eksis ini tidak hanya bertukar informasi. KIM sebagai simpul komunikasi antara pemerintah dan masyarakat juga berperan sebagai disseminator (penyebar informasi) kepada masyarakat lainnya. Upaya untuk mengakses informasi seputar pembangunan juga dilakukan sesuai dengan kemampuan mereka miliki agar manfaat ini kian dirasakan oleh para anggotanya.

Kelompok Informasi Masyarakat

Berdasarkan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 8 tahun 2010 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Komunikasi Sosial, lembaga komunikasi pedesaan adalah Kelompok Informasi Masyarakat atau kelompok sejenis lainnya, selanjutnya disingkat KIM yang dibentuk masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat secara mandiri dan kreatif mengelola informasi dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan nilai tambah.

Oleh karena itu, dibutuhkan serangkaian langkah penyiapan agar kapasitas KIM yang ada di desa atau kelurahan bisa terus meningkat dari waktu ke waktu. Penyiapan sumber daya manusia menjadi hal penting yang harus diperhatikan . dengan adanya sumber daya manusia yang peduli terhadap keberadaan KIM, aktivitas kelompok berupa pengelolaan maupun penyebaran informasi dapat berjalan optimal. Tak hanya itu, keberadaan sumber daya manusia ini juga membuka peluang bagi KIM untuk berperan lebih besar dalam mengelola dan mendayagunakan informasi melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Payung Hukum Kim

llaput-hl-8Sebagai kelompok masyarakat yang aktif mengelola dan menyebarkan informasi secara swadaya, maka dasar hukum keberadaan KIM diatur dalam sejumlah peraturan dia atas. Di dalam keempat peraturan tersebut terdapat amanat dan pembagian tugas untuk memberdayakan lembaga komunikasi sosial khususnya KIM sebagai wahana diseminasi informasi dan pemberdayaan masyarakat.

Merujuk pada peraturan di atas, seluruh pihak terkait yang terlibat di dalam kegiatan pengembangan dan pemberdayaan KIM perlu didayagunakan agar pemberdayaan KIM di daerah bisa dilaksanakan secara lebih efektif. Pihak-pihak yang terkait diantaranya Pemerintah Daerah, pelaku Usaha, BUMN, BUMD, serta perguruan tinggi negeri dan swasta.

Aktivitas KIM

Guna menjalankan tugas dan fungsinya KIM memiliki aktivitas rutin berupa mengelola informasi dan penyebarannya untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, sudah seharusnya KIM berdampak nyata bagi masyarakat dengan kemampuannya memberikan nilai tambah. Sebab, keberadaannya berkaitan erat dengan aktivitas dan kebutuhan masyarakat setempat. Masyarakat yang dapat mengakses sekaligus menyebarkan informasi secara optimal dengan sendirinya akan lebih baik taraf kehidupannya.

Keberadaan KIM sejatinya merupakan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Dengan adanya KIM, diharapkan masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi, berdiskusi hingga memecahkan berbagai masalah yang dihadapi secara bersama-sama. Agar mudah diingat, berbagai aktivitas yang dijalankan oleh KIM disebut sebagai “ADINDA”, yang merupakan singkatan dari Akses Informasi (A), Diskusi (D), Implementasi (I), Networking atau Jaringan (N), Diseminasi (D), dan Advikasi Aspirasi (A).

Aktivitas KIM “ADINDA”

A – Akses Informasi

Akses di sini bermakna aktivitas mencari informasi dari berbagai sumber, baik secara langsung ke pihak-pihak yang terkait maupun melalui media massa hingga internet. Tujuan mengakses informasi ialah untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan anggota kelompok maupun masyarakat yang ada di sekitarnya. Dengan kemampuannya mengakses informasi, KIM bisa berperan serta sebagai penyebar informasi bagi anggotanya maupun bagi masyarakat sekitar. Misalnya, akses informasi seputar teknologi pertanian terbaru akan bermanfaat positif bagi KIM yang para anggotanya petani di pedesaan. Bisa juga dalam bentuk akses informasi pemasaran bagi para pengusaha kecil yang tengah mengembangkan usahanya.

D – Diskusi Tentang Informasi

Adalah kegiatan curah pendapat bersama anggota KIM untuk membahas informasi mana yang dipandang bermanfaat dan dapat memberi nilai tambah bagi anggota kelompok maupun masyarakat pada umumnya. Informasi-informasi ini kemudian digunakan lebih lanjut dalam penerapan pada berbagai kegiatan kelompok maupun aktivitas masing-masing anggota.

Diskusi merupakan tahapan kedua setelah mengakses informasi. Perbincangan atau diskusi dengan sesame anggota KIM biasanya menjadi aktivitas rutin. Dengan adanya diskusi, para anggota KIM bisa saling bertanyan dan membagi informasi yang dinilai punya manfaat untuk menyelesaikan yang mereka hadapi bersama.

I – Implementasi

Adalah kegiatan menerapkan atau mendayagunakan pengetahuna atau informasi yang bermanfaat ke dalam aktivitas sehari-hari, baik secara perorangan maupun berkelompok. Dengan menerapkan atau mendayagunakan informasi yang bermanfaat tersebut, diharapkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. Implementasi ini bisa berupa tindakan langsung atau praktik nyata sesuai dengan informasi yang telah diperoleh. Sebagai contoh, informasi tentang prosedur pengajuan Kredit Usaha Rakyat atau KUR dari BRI. Dengan adanya informasi yang utuh tentang KUR, anggota KIM punya pemahaman yang lebih baik untuk bisa mengajukan kredit tersebut.

N – Networking

Networking merupakan kegiatan membangun network atau jejaring, baik dengan sesame KIM maupun dengan pihak-pihak terkait lainnya. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan peran dan fungsi KIM di tengah masyarakat. Jejaring ini biasanya dibangun dengan dinas di tingkat kabupaten atau kota, BUMN, atau akademisi yang disesuaikan dengan kebutuhan KIM bersangkutan. Semisal, para anggota KIM merasa perlu memberikan penyuluhan tentang pengolahan sampah bagi warga desa. Berkat jejaring yang dibangu, KIM berinisiatif mengundang penyuluh ke desanya. Penyuluh yang diundang merupakan dosen dari perguruan tinggi yang paham betul tentang pengolahan sampah.

D – Diseminasi Informasi

Adalah kegiatan diseminasi atau penyebarluasan informasi yang sudah diolah dan diyakini bermanfaat bagi masyarakat. Informasi yang diakses akan bermanfaat jika bisa disebarkan. Selain melalui diskusi, diseminasi informasi ini juga bisa disampaikan dalam pertemuan antar warga yang difasilitasi kelurahan. Bisa juga disebarkan melalui radio komunikasi jika KIM yang bersangkutan sudah membangun kerjasama.

A – Advokasi

Adalah kegiatan mendampingi masyarakat agar memiliki kemampuan menyampaikan aspirasinya serta menyerap aspirasi warga desa atau kelurahan untuk diteruskan sehingga menjadi perhatian pemerintah. Di sini, KIM memainkan peran aktifnya. Peran KIM tak hanya sebagai diseminator, namun juga bisa berperan untuk advokasi atau menyuarakan aspirasi masyarakat kepada pihak lain.

Peran Nyata KIM

Selain menjalankan ADINDA, KIM juga memiliki peran yang terkait dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya. Peran KIM tersebut diantaranya adalah :

  • Mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka dan memahami informasi. Artinya, masyarakat aktif mencari informasi, peduli pada segala bentuk informasi yang baru diperolehnya, serta secara bersama berupaya memahami informasi tersebut.
  • Memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat. Maksudnya, anggota kelompok dapat berdiskusi utnuk memilah informasi yang positif, kemudian memilih informasi yang sesuai kebutuhan, dan pada akhirnya memanfaatkan untuk kepentingan bersama pada anggota kelompok.
  • Mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Artinya, antar kelompok akan membentuk jejaring kerjasama sehingga kelompok yang ada menjadi media komunikasi antara warga masyarakat, maupun antar masyarakat dengan pemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten atau kota.
  • Menghubungkan salah satu kelompok masyarakat dengan kelompok yang lainnya untuk mewujudkan kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Artinya, melalui kerjasama antar kelompok dalam sebuah jaringan, selain mendorong peningkatan aktivitas kelompok juga akan mendukung terwujudnya persatuan sosial dan kebersamaan.

Fungsi KIM

 Fungsi KIM pada dasarnya sama dengan fungsi kelompok masyarakat lainnya, namun ditambah dengan fungsi di bidang pengelolaan informasi dan komunikasi. Terkait hal tersebut, fungsi KIM yang paling utama yaitu :

Wahana Informasi Komunikasi

 Sebagai wahana informasi dan komunikasi, KIM merupakan jembatan bagi anggota kelompok untuk bertukar informasi dengan sesame anggota KIM, pihak-pihak terkait, dan masyarakat pada umumnya. Selain itu juga dapat menjadi wahana informasi dan komunikasi secara vertikal dengan pemerintah secara timbal balik.

Wahana Perubahan Masyarakat

Sebagai wahana perubahan masyarakat, KIM berperan memberdayakan masyarakat agar memiliki kemampuan memecahkan masalah sendiri dengan sumberdaya dan inisiatif sendiri, sehingga mampu menjawab tantangan masa kini maupun masa depan.

Wahana Pemeberdayaan Masyarakat

Sebagai wahana pemberdayaan ekonomi, KIM berperan mendorong masyarakat untuk menggerakan aktivitas ekonomi produktif dengan memanfaatkan informasi sebagai nilai tambah untuk mencapai kesejahteraan dan meningkatkan taraf hidup.

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *