laput-hl-12

KIM Dalam Data dan Angka

Kondisi Kelompok Informasi Masyarakat Di Kabupaten Bogor

laput-hl-12Merujuk pada hasil pemetaan Direktorat Kementrian Komunikasi dan laporan dari pemerintah daerah, bahwa saat ini jumlah KIM di seluruh Indonesia mencapai 4.228 kelompok (data per Desember 2014). KIM yang ada ini tersebar di 29 provinsi di 174 kabupaten dan kota. Ada sejumlah faktor yang menjadikan KIM tumbuh dan berkembang di kabupaten atau kota. Antusiasme atau semangat warga untuk berkelompok bisa menjadi faktor berkembangnya KIM. Kemauan dan kesadaran masyarakat untuk berkelompok dan mengakses informasi merupakan modal awal yang sangat positif agar KIM bisa eksis dan memainkan kiprahnya.

petaSelain itu, dukungan dari pemerintah kabupaten atau pemerintah kota akan berpengaruh positif terhadap KIM yang ada untuk bisa terus eksis. Ini bisa dilihat pada keberadaaan KIM di Kabupaten Bogor, KIM di kabupaten ini berjumlah 134 KIM. Kabupaten Bogor masuk pada delapan besar kabupaten dan kota di Indonesia yang memiliki KIM antara 100 sampai 199 kelompok. Kabupaten Bogor berada di posisi kedua setelah Kabupaten Ogan Komering Ulu dan diatas Kota Bandung.

Berkembangnya kelompok KIM di Kabupaten Bogor tentunya tidak terlepas dari gairah masyarakatnya yang ingin berkelompok dan melakukan susatu yang bermanfaat baik untuk dirinya maupun masyarakat lainnya. Gairah masyarakat ini juga disambut oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dengan memberikan dukungan fasilitasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia terhadap teknologi informasi dan komunikasi, hingga memberikan reward kepada kelompok KIM yang dianggap eksis dan berprestasi.

Kepala Seksi Hubungan Kelembagaan (HK) Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor, Mimin Sumirat menjelaskan, dalam rangka memberikan dukungunan kepada Kelompok Informasi Masyarakat, Pemkab Bogor melalui Diskominfo sudah melakukan berbagai program kegiatan yang berkelanjutan. Kami senantiasa melakukan monitoring ke lapangan meninjau langsung kegiatan KIM, dari sana kami bisa mengetahui apa saja yang mereka butuhkan. Belum lama ini misalnya, kami mengunjungi beberapa kelompok KIM, dari kunjungan tersebut kami menyimpulkan bahwa mereka sudah berjalan mandiri tanpa atau dengan bantuan dari pemerintah daerah. Hal ini tentunya membuat kami kagum atas gairah masyarakat yang antusias berpartisipasi dalam KIM.

Namun tentunya, menurut Mimin, masih ada hal-hal yang mereka butuhkan seperti sarana dan prasarana yang dapat membantu kegiatan KIM yang selanjutnya kita bantu. Pemerintah juga melalui kegiatan bimbingan teknis dan pelatihan, berupaya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari KIM itu sendiri. Kegiatan ini kita lakukan secara peridik dengan menghadirkan praktisi, akademisi, dan dari kementrian komunikasi dan informatika. Anggota KIM yang mewakili kelompoknya masing-masing diberikan beberapa materi yang berguna salah satunya materi keahlian menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang akan memudahkan mereka dalam melakukan kegiatan diseminasi informasi. Tidak hanya itu, melalu bimbingan teknis tersebut kita juga ingin memperkuat KIM dari sisi kelembagaan dan sisi jejaring. Dengan begitu diharapkan antar kelompok KIM yang satu dengan yang lainnya di Kabupaten Bogor dapat terkoneksi melalui TIK sehingga dapat saling berkomunikasi bertukar informasi dengan mudah.

Mimin melanjutkan, pemerintah juga mengadakan kegiatan pemberian penghargaan kepada KIM yang dinilai eksis dan memiliki prestasi di bidangnya masing-masing. Pada kegiatan pemberian penghargaan ini kita mulai dengan melakukan monitoring ke beberapa KIM yang direkomendasikan kecamatan sebagai KIM terbaik. Kemudian kami lakukan sesi wawancara dan peninjauan langsung kegiatan yang dilaksanakan oleh KIM tersebut. Setelah itu kami lakukan penilaian dan memberikan penghargaan kepada mereka yang memperoleh nilai tertinggi. Melalui kegiatan ini kita ingin memberikan motivasi dan dorongan kepada kelompok KIM sebagai bentuk dari perhatian pemerintah daerah.

Mimin menjelaskan, kondisi KIM di Kabupaten Bogor beberapa sudah mandiri dan dapat memberdayakan masyarakat sekitar, berdasarkan pengakuan mereka yang kami temui berpendapat bahwa dengan atau tanpa bantuan pemerintah mereka tetap berjalan. Meski demikan, tetap pemerintah harus memiliki peranan dalam memberdayakan KIM. Namun diakui belum semua KIM yang sudah berjalan mandiri ada yang masih harus diberikan perhatian ekstra agar lebih berdaya. Ini tugas kami kedepan yang tentunya menjadi tugas bersama pihak-pihak terkait.

Dari jumlah KIM yang tercatat di Direktorat Jendral Informasi Komunikasi Publi, Kementrian Komunikasi dan Informatika, tercatat terdapat 134 kelompok. Namun dari catatan kami sudah ada penambahan dua kelompok sehingga sampai saat ini sudah 136 KIM yang ada di Kabupaten Bogor. Dari sini kita terus meningkatkan jumlah tersebut hingga target kami adalah 150 KIM dan tersebar secara merata di setiap kecamatan se-Kabupaten Bogor. Tentunya peningkatan KIM secara kuantitas ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sehingga pada saatnya, KIM bisa berkontribusi positif pada terwujudnya visi Kabupaten Bogor menjadi kabupaten termaju di Indonesia.

 

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *