photo-kim

Optimalkan Sistem Marketing Pertanian Melalui KIM

photo-kimEra keterbukaan informasi yang didorong oleh perkembangan teknologi informasi dan Komunikasi (TIK), menjadikan dunia seakan tanpa mengenal batas wilayah. ini, apabila tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia dalam memilah dan memilih informasi yang tersedia secara transparan berdampak pada kontra produktif dalam kerangka pembangunan di segala bidang.

Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) memiliki peran strategis dalam upaya menjawab tantangan tersebut, karena KIM sebagai komunitas masyarakat informasi yang tumbuh dan berkembang di tengah – tengah kehidupan masyarakat. Seperti yang dilakukan masyarakat Rancabungur Kabupaten Bogor yang mayoritas masyarakatnya adalah para petani, untuk meningkatkan pemasaran hasil pertanian mereka manfaatkan KIM sebagai sarana untuk mengoptimalkan sistem marketing atau pemasaran. Kenapa bisa? Karena Teknologi Informasi dalam hal ini KIM  menjadi model marketing baru bagi produk-produk yang dihasilkan, termasuk sebagai promosi pariwisata daerah.

Ketua KIM Rukun Tani, Anwar Nusadad menuturkan, KIM mereka bentuk sejak tahun 2007 lalu yang diberi nama “RUKUN TANI” kelompok tersebut dibentuk dengan tujuan untuk bergerak dan menyentuh seluruh petani di Rancabungur sehingga mereka memiliki pengetahuan dan wawasan mengenai informasi terbarukan, dalam mengelola, memproduksi, hingga memasarkan hasil pertanian mereka sehingga hasil pertanian berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi.

“Alhamdulilah tidak hanya bisa meningkatkan pemasaran, tetapi pada tahun 2007 lalu, kami bisa mendapatkan penghargaan dari Kementarian Pertanian sebagai petani terbaik dengan hasilkan produk pertanian unggulan yakni jambu kristal dan pepaya. KIM memang sarana luar biasa yang mampu bergerak kesemua lini,” ujar Anwar.

Kendala yang dihadapi lanjut Anwar menambahkan, yaitu modal keuangan sehingga program tidak bisa berjalan dengan baik padahal Sumber Daya Manusia (SDM) sudah siap hanya tersendat di keuangan. Untuk itu melalui KIM Rukun Tani menjadi solusi untuk meningkatkan permodalan salah satunya dengan mengubah sistem pemasaran, para petani terus diberikan pemahaman dan pengatahuan mengenai cara mengelola hingga memasarkan produk pertanian.

“Kami rutin perbulan melakukan pertemuan, tujuannya sharing, evaluasi, dan meningkatkan tali silaturahmi. Kami terus meningkatkan kekompakan  dan skill melakukan pemasaran yang baik, agar Rancabungur tidak hanya memiliki hasil pertanian unggulan juga memiliki para petani berkualitas,” tuturnya. (Dewi)

 

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *