kim-photo

Upaya Menyongsong Peradaban Masa Depan Melalui Pengembangan KIM

kim-photoKelompok Informasi Masyarakat (KIM) lahir dari berbagai faktor. Setidaknya, ada tiga faktor yang mendorong terbentuknya KIM. Ketiga faktor ini adalah kebutuhan, budaya dan kepentingan. Kebutuhan membentuk kelompok ini merupakan sifat alami manusia. Karena pada hakekatnya, manusia merupakan mahluk komunal. Dengan berkelompok, kebutuhan manusia untuk berkomunikasi otomatis terpenuhi. Keinginan manusia berkelompok juga disebabkan adanya keinginan dan tujuan yang sama guna meraih sesuatu. Dengan berkelompok, upaya meraih sesuatu bisa lebih mudah dibandingkan hanya dengan mengandalkan kemampuan individual. Pembentukan kelompok pasti dimulai dengan adanya komunikasi. Dari komunikasi itulah ada informasi yang dipertukarkan di antara sejumlah orang.

kimDi sejumlah daerah, KIM yang ada dan eksis hingga sekarang berasal dari berbagai kelompok yang berkembang secara mandiri di masyarakat. Ada yang berkembang dari kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kelompok petani, kelompok peternak, hingga kelompok pengusaha kecil. Kesamaan minat dari para anggota kelompok di masyarakat inilah yang menjadikan kelompok-kelompok ini tumbuh dan berkembang. Seiring berjalannya waktu, kelompok yang ada ini diberdayakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika setempat agar memiliki kemampuan informasi dan komunikasi. Inilah yang kemudian menjadikan kelompok ini sebagai KIM.

Di tengah dinamika sosial yang berkembang saat ini, informasi telah menjadi bagian pentikng dalam kehidupan sehari-hari. Bagi bangsa Indonesia, upaya menyadarkan arti penting dan strategis informasi ini terus dilakukan. Inilah yang kemudian memunculkan istilah masyarakat informasi. Pemerintah merasa perlu mendorong terbentuknya Kelompok Informasi Masyarakat atau KIM. Sebagai mitra pemerintah daerah, KIM bisa berperan sebagai mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi di tingkat desa atau kelurahan. Di sisis lain, KIM juga bisa menjadi penampung aspirasi masyarakat desa kemudian penghubung informasi ke desa. Artinya, dengan terbentuknya KIM diharapkan akses informasi yang sesuai kebutuhan masyarakat kian terbuka dan mudah.

Pengembangan KIM memiliki peranan strategis dalam upaya menongsong peradaban masa depan, yaitu peradaban masyarakat informasi, sebagai tatanan kehidupan masyarakat global yang telah disepakati KTT Masyarakat Informasi atau World Summit on the Informations Society (WSIS) di Geneva tahun 2003 yang menghasilkan Declaration of Principles yaitu deklarasi yang menyatakan keinginan dan komitmen pemerintah  berbagai negara untuk membangun masyarakat informasi secara menyeluruh dan Plan of Action, yaitu deklarasi yang menerjemahkan dan mewujudkan keinginan brsama untuk mengembangkan TIK (Teknologi Inforamasi dan Komunikasi) dalam rangka mengatasi “kesenjangan digital”.

Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (KIP) Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor, Erwin Suriana memaparkan, untuk membentuk sebuah KIM kita harus mengacu kepada peraturan Menteri Kominfo tentang pengembangan lembaga-lembaga komunikasi sosial. Di pengembangan lembaga komunikasi sosial ada standar pelayanan minimal yang ditetapkan kementrian kominfo dimana 50 persen harus terbentuk di masing-masing kota dan kabupaten. Dan Kabupaten Bogor sekitar tahun 2011 – 2012 sudah membentuk 50 persen jadi pada saat itu dari 40 kecamatan, 20 kecamatan sudah terbentuk KIM dan sekarang kita sudah mencapai 136 KIM. Upaya yang kita lakukan pertama kita perkuat kelembagaannya, penguatan kelembagaan ini dimulai dari regulasinya artinya KIM harus dibentuk, tumbuh dan berkembang dari masyarakat sendiri, kita pemerintah hanya memfasilitasi paling tidak sudah ada SK pembentukannya yang diketahui oleh kepala desa atau camat setempat.

Berikutnya, lanjut Erwin, kita ingin mereka melakukan pemberdayaan, dan pemberdayaannya macam-macam karena berbeda dengan kelompencapir yang dulu tumbuh dan berkembang dengan sendirinya kemudian baru berupaya. Kalau kita memanfaatkan komunitas-komunitas yang sudah ada seperti, kelompok usaha, kelompok tani, ada majelis ta’lim, kemudian kelompok pemuda seperti karang taruna dan sebagainya yang kita modivikasi menjadi KIM, tinggal bagaimana mereka menjalankannya artinya menjalankan fungsinya sebagai lembaga komunikasi dan informasi tetapi ada semacam suntikan lain. Umpanya ditunjang dengan pengembangan usaha yang bagus.

Erwin menambahkan, Kemudian di sisi operasional kita melihat memang belum terlalu banyak yang menjalankan fungsi tersebut. Tetapi sudah mulai ada KIM yang bagus-bagus menjalankan diseminasi informasi dengan menggunakan TIK. Kemudian kita juga melakukan pembinaan untuk meningkatkan lemampuan manajemen informasinya, pengetahuan dan keterampilannya. Dan sekarang ditambah lagi dengan adanya Forum Komunikasi KIM (FK KIM), tinggal FK KIM ini menjalankan tugas-tugas itu agar lebih optimal.

Bicara tentang kemitraan, lanjut Erwin, dalam tata kelola informasi kita, di lingkup pemerintah daerah punya aparatur kehumasan yang selain melaksanakan fungsinya di masing-masing dinas tetapi juga menjalin kemitraan dengan berbagai KIM. Bahkan kami berharap yang namanya aparatur kehumasan di masing-masing kecamatan sudah memiliki binaan-binaan KIM dan inilah yang harus dijalankan. Jadi kemitraan yang paling bagus adalah ada pemerintah, ada KIM dan ada lembaga lain seperti dunia usaha, dunia pendidikan termasuk perguruan tinggi yang harus bersinergi.

Erwin kembali menegaskan, kalau kita ingin mewujudkan visi Kabupaten Bogor termaju di Indonesia, sebetulnya KIM bisa menjadi jembatan dan wahana yang baik, namun tenaga yang terampil di bidang komunikasi harus terus dipoles dan ditingkatkan lagi keterampilannya dalam keterampilan penggunaan TIK, dalam menyebarluaskan informasi dengan baik, dengan bahasa yang baik, dengan pendekatan yang baik kepada masyarakat, lebih komunikatif, sehingga bisa diterima oleh masyarakat dan dapat menggerakan KIM dalam pembangunan. Jika semua ini sudah dilakukan dengan baik, niscaya visi Kabupaten Bogor termaju di Indonesia ditandai dengan terciptanya masyarakat informasi atau (Informations Society)

Dalam rangka upaya mewujudkan peradaban masyarakat informasi tersebut, kiranya KIM memiliki peranan penting dan strategis. Dalam kaitan ini KIM perlu ditingkatkan kemampuannya dalam mengakses informasi yang tidak saja bersumber dari media massa tetapi juga dari media berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Share To :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *